- Advertisement -
Beranda Berita Lainnya Sebagai Prodi Unggul, Prodi-PBI UMC Bertekad Majukan Guru Bahasa Inggris Se-Ciayumajakuning

Sebagai Prodi Unggul, Prodi-PBI UMC Bertekad Majukan Guru Bahasa Inggris Se-Ciayumajakuning

- Advertisement -

BAHASCIREBON, – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon (Prodi-PBI UMC) terus mengawal kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdibud) dengan menghadirkan ragam kegiatan yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Dila Charisma, S,Pd.,M.Pd, Kepala Program Studi PBI UMC.

Menurut Dila, predikat unggul yang diraih Prodi-PBI telah memacu dosen dan mahasiswa untuk terus lebih giat lagi dalam merealisasikan kebijakan-kebijakan Merdeka Belajar yang didesain oleh Menteri Nadim Makariem.

Apa yang menjadi kebijakan Mas Menteri juga in line dengan Ikhtiar Prodi-PBI UMC yang tak kenal lelah mencerdaskan guru-guru Indonesia. Prodi-PBI UMC meyakini jika guru-guru di negeri ditopang dengan kebijakan yang mumpuni, maka kemajuan bangsa itu bisa diwujudkan.

“Jika kita ingin negara ini maju, cerdaskan gurunya, sejahterakan ekonominya, muliakan harkat dan kehidupannya. inilah ikhtiar kami. Insha Allah, kami terus berusaha memajukan guru-guru baik SMP/SMA/MA Se-Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning),” ucap Dila.

Untuk itu, Prodi PBI UMC melalui 2 Dosennya, Dila Charisma, S,Pd.,M.Pd (Ketua) dan Sirniawati.,S.Pd.i.,MA (Anggota) melakukan pengabdian kepada masyarakat yang dibayai hibah RisetMu tahun 2024.

Dila menjelaskan, kegiatan ini bermula dari lolosnya proposal penelitian dengan judul “Pembuatan Presentasi Digital berbasis Low-Tech pada guru bahasa Inggris SMP Muhammadiyah di Kabupaten Cirebon”.

Setelah itu, Dila dan rekannya menggelar pendampingan bagi guru Bahasa Inggris SMP Muhmmadiyah 2 Cirebon, SMP Muhammadiyah Gebang, SMP Muhammadiyah Lemahabang dan SMP Muhammadiyah Ciledug dalam pembuatan presentasi digital berbasis Low-Tech di Kampus 2 UMC, Jum’at-Sabtu (15-16/3/2024).

“Transformasi teknologi dewasa ini memununculkan tantangan yang signifikan bagi sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Terlebih para guru bahasa inggris pun dituntut untuk bisa beradaptasi dengan ragam metode, khususnya pemanfaatan teknologi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Hal inilah yang menjadi alasan kuat kami menggelar kegiatan ini,” ujar Dila.

Dila juga menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian program pengabdian kepada masyarakat dosen-dosen Prodi PBI UMC. Hal ini sesuai dengan isi Tri Dharma.

Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, kata Dila, satu-satunya Prodi yang berpredikat unggul ini menghendaki adanya pembiasaan penggunaan teknologi dalam pembuatan media pembelajaran.

” Kami sangat mengapresiasi kehadiran peserta mengukiti program pendampingan ini. Di era digital ini, perubahan begitu cepat, termasuk metodologi pengajaran dan kegiatan pedagogis lainnya. pembuatan presentasi digital berbasis Low-Tech sangat penting bagi Bapak/Ibu guru Bahasa Inggris SMP,” ujar Dila.

Sementara itu, Sirniawati.,S.Pd.i.,MA menerangkan, kegiatan dimulai dengan sesi pemahaman tentang pembuatan presentasi digital berbasis Low-Tech untuk menciptakan materi pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Kemudian, peserta dibimbing dalam tahap praktik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan guru-guru juga tampak berbagi pengalaman positifnya terkait kegiatan ini.

Sirniawati.,S.Pd.i.,MA optimis bahwa  langkah awal dalam memperkenalkan guru-guru pada platform yang inovatif dan bermanfaat, termasuk pembuatan presentasi digital berbasis Low-Tech akan semakin menginspirasi siswa dalam mengikuti setiap pengajaran yang diberikan para guru.

Berkaitan dengan materi, Peserta pendampingan, Meli dari SMP Muhammadiyah 2 Cirebon menyampaikan bahwa  Ia  sangat terkesan dengan paparan pemateri, lantarah substansi materi yang dibuat selama pendampingan berlangsung sangat inspiratif dalam memacu semangat belajar siswa di kelas.

“Semangat yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris di kelas juga dapat memengaruhi motivasi dan kinerja secara keseluruhan. Ketika seseorang merasa termotivasi dan bersemangat, mereka cenderung lebih bersemangat untuk belajar dan mencapai tujuan mereka dalam memperoleh kemahiran bahasa Inggris,” tutur Meli.

Senada dengan Meli, Ani Yunia dari SMP Muhammadiyah Lemahabang mengakui jika menjaga semangat yang tinggi di kelas sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pencapaian hasil yang optimal.

Bagi Ani, semangat adalah kunci utama dalam belajar bahasa Inggris, seperti halnya dalam belajar bahasa atau keterampilan lainnya. Ketika seseorang memiliki semangat yang kuat, mereka cenderung lebih tekun dan gigih dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang mungkin muncul selama proses pembelajaran.

Semangat juga memungkinkan seseorang untuk tetap termotivasi dan fokus pada tujuan mereka dalam memperoleh kemahiran bahasa Inggris.

Dengan semangat yang tinggi, seseorang akan lebih mampu untuk mengatasi hambatan yang mungkin mereka hadapi dalam mempelajari bahasa Inggris, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, atau tingkat kesulitan.

- Advertisement -
- Advertisement -
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here