- Advertisement -
Beranda Berita Lainnya Soroti Debat Akhir Capres - Cawapres, STPI : 1 Juta Orang Dengan...

Soroti Debat Akhir Capres – Cawapres, STPI : 1 Juta Orang Dengan TBC Luput Dari Pembahasan

- Advertisement -

JAKARTA.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah selesai menyelenggarakan
debat terakhir untuk para calon Presiden, tema dalam debat kelima adalah kesejahteraan sosial serta pembangunan sumber daya manusia dan inklusi.

Adapun enam subtema debat terakhir meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi
informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.

Stop TB Partnership Indonesia (STPI) turut menyoroti debat semalam karena beberapa kali para paslon menyinggung isu kesehatan.

“Secara makro semua capres sudah mulai
memperlihatkan keseriusan dalam memperbaiki sistem kesehatan, seperti paslon 1 yang fokus di ketimpangan dan pelibatan lintas sektor, paslon 2 yang akan memperkuat lagi SDM melalui beasiswa dan penambahan jumlah Fakultas Kedokteran bahkan Rumah Sakit
dan Puskesmas, paslon 3 juga akan fokus lebih fokus ke promosi dan preventif, namun sangat disayangkan pada debat tersebut, belum ada yang spesifik membahas isu TBC,” tutur dr. Henry Diatmo Direktur Eksekutif STPI melalui keterangan resminya, Senin (5/2/24).

Minimnya pembahasan terkait isu tuberkulosis (TBC) pada debat capres malam tadi, berbanding terbalik dengan komitmen eliminasi TBC yang disampaikan oleh ke 3 tim sukses masing -masing capres pada acara dialog bersama tim sukses yang diselenggarakan oleh STPI 31 Januari 2024 lalu.

Semua timses menandatangani komitmen eliminasi TBC di tahun 2030, ini langkah baik apalagi saat ini kita sudah cukup baik dalam segi penjangkauan, dari 1 juta lebih estimasi kasus pada pada tahun 2023.

“800.000 lebih kasus sudah berhasil ditemukan, hal – hal yang baik seperti ini harus terus diperkuat, namun penjelasan terkait hal ini tidak terlihat di debat semalam, apa karena waktunya tidak cukup, atau belum menjadi prioritas semua paslon,” terang dr. Henry.

Saat ini masih banyak hal yang bisa diperkuat oleh Negara untuk bisa mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. Pihaknya masih sangat menyayangkan hal teknis ini tidak dibahas di debat semalam.

“Selain stigma dan diskriminasi, kendala kita ada di gap angka antara
pasien TBC yang memulai pengobatan, dengan semua pasien TBC yang terkonfirmasi, selain itu kerjasama lintas sektor seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden no 67 tahun 2021
juga masih bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

“Banyak orang terutama 1 juta lebih orang dengan TBC berharap adanya kejelasan di debat tema kesehatan semalam, namun hal ini menunjukkan bahwa TBC masih belum menjadi isu prioritas jika dibandingkan stunting, STPI akan terus mengawal isu ini sampai ke eliminasi TBC di tahun 2030, siapapun pemimpinnya,” pungkasnya. (Red)

 

- Advertisement -
- Advertisement -
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -